Minggu, 29 Juni 2025

RILIS PERS PROGRAM SABAR (PjBL KELOMPOK 1, PROGRAM 4)_KESMAS UNUSA

Gerakan Hijau Mahasiswa Kesmas UNUSA dengan Mendorong Perubahan Pola Pengelolaan Sampah di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Panjunan dengan Tong Pembakaran Minim Asap Berbasis Edukasi dan Inovasi


Sidoarjo - 15 Juni 2025 Mahasiswa Prodi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya menyelenggarakan kegiatan Program SABAR adalah singkatan dari Santri Bijak Atasi Sampah. Dimana program ini merupakan bentuk meningkatkan kesadaran santri dan pengurus pondok terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang bijak dan ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Panjunan Sidoarjo oleh Tim Praktik Project Based Learning (PjBL) Kelompok 1 Program 4. 




Kegiatan ini dimulai dengan Senam yang dilaksanakan oleh santri putri sedangkan aktivitas fisik yang dilaksanakan oleh santri putra. Dilanjutkan dengan kegiatan promosi kesehatan untuk santri putri. Dan tempat pelaksanaan di dalam musholla sambil dibagikan konsumsinya untuk suguhan. Untuk materi yang disampaikan saat promosi kesehatan adalah reminder kembali terkait 7 indikator PHBS dan juga PM & PTM serta diskusi interaktif lainnya. 


Selanjutnya melaksanakan kegiatan Ro'an terkoordinasi.Karena pelaksanaan program pada hari minggu maka kegiatan yang pasti rutin untuk dilakukan adalah ro’an. Akan tetapi kegiatan ro’an kali ini dilaksanakan secara bersama yaitu semua santri putra dan santri putri, serta dibantu oleh panitia yang bertugas intervensi program hari itu. Yaitu Panitia kelompok 1, 4, 6, dan juga delegasi ro’an dari masing-masing kelompok tim PjBL 2025.




Kegiatan inti dari program ini adalah demonstrasi dan praktik tong sampah minim asap oleh kader santri husada putra dan putri. Kita melaksanakan kegiatan demonstrasi terlebih dahulu yang dijelaskan oleh panitia dan juga untuk materi demonstrasi dipimpin oleh mbak anmay shofa angkatan 21 Prodi Kesehatan Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.. Dan didampingi juga oleh panitia. Setelah penjelasan demonstrasi 30 menit, langsung dilanjutkan dengan praktik pembakaran tong sampah minim asap. 


Dalam Proses kegiatan Praktik pembakaran tong sampah minim asap dilaksanakan oleh kader santri husada putra dan putri. Dimana dalam praktik tersebut dibagi 2 kelompok. Kelompok ke-1 oleh kader santri putra dan kelompok ke-2 oleh kader santri putri. Dalam kegiatan ini panitia bertugas membantu keperluan yang dibutuhkan, mengawasi praktik, dan menilai praktik yang dilakukan oleh kader langsung setelah mereka mendengarkan penjelasan demonstrasi terkait tong sampah minim asap. 


Pondok pesantren menjadi salah satu tempat dengan kepadatan tinggi yang rentan terhadap permasalahan sanitasi dan kesehatan lingkungan, termasuk dalam hal pengelolaan sampah. Melalui pendekatan edukasi dan inovasi, program ini mendorong perubahan perilaku pengelolaan sampah di kalangan santri, dengan memperkenalkan teknologi sederhana seperti tong pembakaran minim asap. Kegiatan juga mencakup pelatihan kader santri peduli lingkungan, edukasi pemilahan dan pengurangan sampah, serta kerja bakti dan monitoring lingkungan pesantren secara berkala.

Dengan adanya program ini, diharapkan para kader santri tidak hanya menjadi pengguna lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa semangat peduli lingkungan ke komunitas yang lebih luas.


[MORE INFORMATION] 

Instagram : @hmkmunusa @unusa_official @kesmasunusa 

Youtube : @kesmasunusa 


[CONTACT PERSON] 

0857-3347-7900 (Angelita Nimas Yuniar) 

0852-3057-8615 (Nadya Aulia Istiqamah) 




Senin, 20 Januari 2025

RILIS PERS PROGRAM DIACARE (PBL KELOMPOK 1)_KESMAS UNUSA

         Sinergi Bersama Masyarakat Desa Tambak Sumur dan Mahasiswa Kesmas                                UNUSA Kendalikan Diabetes untuk Hidup Lebih Baik


Sidoarjo - 17 Desember 2024 Mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya menyelenggarakan kegiatan Program DIACARE adalah singkatan dari Diabetes Control and Awareness Reach. “DIA” berarti Diabetes, sedangkan CARE berarti Control and Awareness Reach. Dimana program ini merupakan bentuk upaya pencegahan penyakit diabetes yang disampaikan melalui penyuluhan edukasi, serta Pengembangan media promosi kesehatan bersama ibu-ibu kader posbindu. Kegiatan ini dilakukan dengan kolaborasi bersama puskesmas, kader posbindu dan tim Praktik Belajar Lapangan (PBL) kelompok 1 dan 2. 


Kegiatan dimulai dengan pembukaan MC lalu dilanjutkan dengan edukasi dan screening yang berguna untuk mendeteksi penyakit atau kondisi sejak dini sebelum gejala muncul, sehingga dapat dilakukan pencegahan atau pengobatan lebih cepat.  Setelah itu dilanjutkan pembagian Pre-test yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan masyarakat desa tambak sumur. 



Dua mahasiswa sebagai narasumber mereka secara bergantian memberikan informasi tentang diabetes melitus, faktor risiko, cara mengenali gejala, pencegahan dan metode pengobatannya. Hampir 30 menit presentasi tentang diabetes melitus diberikan oleh mahasiswa secara detail. Di akhir sesi, para mahasiswa memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi. Begitu juga narasumber yang berinteraksi secara langsung kepada warga membuat sesi presentasi disambut antusias dari audiens. 


Dalam penyampaian edukasi diabetes sangat penting karena penyakit ini memerlukan pemahaman yang mendalam untuk mengelolanya dengan baik. Banyak warga yang masih kurang memahami terkait diabetes, baik dari segi penyebab, gejala, maupun dampaknya. Dengan edukasi ini, para warga yang hadir dapat meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mengadopsi gaya hidup sehat. Selain itu, edukasi membantu penderita diabetes memahami bagaimana cara mengelola kondisinya sendiri, mulai dari memantau kadar gula darah, mengatur pola makan yang sehat, hingga berolahraga secara teratur. Pemahaman ini dapat mencegah terjadinya komplikasi serius seperti kerusakan ginjal, kebutaan, penyakit jantung, atau amputasi yang sering terjadi pada diabetes yang tidak terkontrol.



Tak hanya penyampaian edukasi mengenai diabetes, Mahasiswa juga mengajak warga untuk mengikuti program pengisian buku AKAD. AKAD merupakan akronim dari “Aksi Kendali Ancaman Diabetes”. Dimana kartu AKAD ini berisi panduan dan ‘challenge’ pola makan sehat dan jenis aktivitas fisik yang dapat dilakukan warga. Terdapat tabel pengisian selama 1 bulan agar mahasiswa bisa memonitoring warga, apakah warga berhasil melakukan challenge atau tidak.



Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan senam  diabetes secara bersama-sama. Peserta mengikuti gerakan yang didemonstrasikan oleh mahasiswa yang juga sebagai instruktur senam  dalam kegiatan tersebut. Tujuan diadakannya kegiatan senam diabetes ini harapannya kegiatan tersebut dapat dilakukan secara rutin dan mandiri oleh para penderita diabetes untuk membantu mengontrol kadar gula darah, menurunkan tekanan darah, dan mencegah komplikasi diabetes. Senam diabetes juga dapat membantu: Meningkatkan sensitivitas insulin, Memperbaiki metabolisme glukosa dan lemak, serta mengelola berat badan.



Setelah menyelenggarakan program Diacare, mahasiswa yang menjadi anggota kelompok 1 melakukan monitoring dengan mengunjungi rumah para warga yang sudah mendapatkan buku AKAD. Monitoring ini dilakukan seminggu setelah pelaksanaan program Diacare dengan harapan agar warga tetap bisa mengikuti dan menjalankan program yang sudah dirancang sebelumnya. Mahasiswa juga akan ikut membantu dan menjelaskan ulang apabila masih ditemui warga yang belum paham bagaimana cara pengisian buku AKAD.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               

[MORE INFORMATION] 

Instagram : @hmkmunusa @unusa_official @kesmasunusa  

Youtube : @kesmasunusa 


[CONTACT PERSON]

0857-3347-7900 (Angelita Nimas Yuniar)

0813-5945-2917 (Amanda Amalia Nasrullah)



RILIS PERS PROGRAM ISPAPRO (PBL KELOMPOK 1)_KESMAS UNUSA

          Mahasiswa Kesmas UNUSA melakukan Aksi Program Edukasi dan Antisipasi ISPA PRO Dengan Praktik Menanam Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria)

   

Sidoarjo, 7 Desember 2024 - Mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya menyelenggarakan kegiatan Program ISPAPRO adalah singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut Prevention and Recovery. "ISPA" berarti Infeksi Saluran Pernapasan Akut, Sedangkan "PRO" berarti Pencegahan (Prevention) dan Pemulihan (Recovery). Program ini bertujuan untuk mencegah ISPA serta membantu masyarakat dalam proses pemulihan dengan memberikan panduan dan dukungan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.

Program ISPAPRO ini telah berhasil dilaksanakan di depan Balai RW 3, Desa Tambak Sumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB ini mengusung konsep edukasi terpadu dengan mengkombinasikan aktivitas fisik, penyuluhan kesehatan, dan solusi ramah lingkungan untuk mencegah terjadinya ISPA di masyarakat Kelurahan Tambak Sumur RW.03 RT.05. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat bersama yang berpusat di area Balai RW 3. Antusiasme warga terlihat jelas dengan tingginya partisipasi dalam kegiatan tersebut yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik dengan olahraga jalan sehat dalam menjaga kesehatan sistem pernapasan, terutama untuk pencegahan ISPA.




Setelah jalan sehat, program dilanjutkan dengan sesi edukasi mengenai ISPA melalui media flyer yang informatif. Kami memberikan penjelasan komprehensif tentang gejala, pencegahan, dan penanganan ISPA. Selanjutnya ada sesi diskusi interaktif serta pemberian doorprize yang mengikuti memberikan kesempatan kepada warga untuk mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait masalah ISPA yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dan dalam pemberian doorprise dengan pertanyaan terkait ISPA, banyak warga yang antusias semangat untuk menjawab pertanyaan terkait masalah ISPA.Dan dalam pemberian doorprize dengan memberikan pertanyaan terkait ISPA banyak warga yang antusias semangat untuk menjawab pertanyaan. Sehingga banyak warga yang lebih peduli terkait masalah ISPA. 




Setelah edukasi mengenai ISPA, Saatnya beranjak ke puncak acara yaitu pembagian tanaman lidah mertua sebanyak 50 buah tanaman yang akan ditanam bersama-sama dengan warga. Dan juga dicontohkan cara praktek menanam yang baik dan benar. Tujuan dari penanaman tanaman lidah mertua ini adalah dapat mencegah terjadinya ISPA karena tanaman ini dapat menyerap polutan udara dan menghasilkan oksigen secara optimal, bahkan di malam hari. Kami memberikan penjelasan detail tentang cara perawatan dan manfaat tanaman lidah mertua dalam meningkatkan kualitas udara di dalam maupun luar ruangan Terutama untuk udara di lingkungan sekitar.



"Program ISPAPRO yang dilaksanakan di RT.05, RW.03, Desa Tambak Sumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo ini merupakan bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan dan penanganan ISPA. Kami berharap melalui program ini, warga tidak hanya mendapatkan pengetahuan saja tetapi juga solusi praktis untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat," ujar koordinator program tim kelompok 1. Warga setempat menyambut positif program ini. "Kami sangat terbantu dengan adanya program ISPAPRO. Selain mendapatkan informasi penting tentang ISPA, kami juga mendapatkan tanaman yang bermanfaat untuk kesehatan keluarga. Lokasi di depan Balai RW 3 juga sangat strategis dan mudah dijangkau oleh warga," ungkap salah satu masyarakat.



       Setelah melaksanakan program ISPAPRO, langkah selanjutnya dari anggota kelompok 1 melakukan monitoring dan pemantauan dengan mengunjungi rumah warga yang sudah mendapatkan Tanaman Lidah Mertua. Melakukan pemantauan dengan Foto keadaan tanaman Lidah Mertua. Monitoring dan Pemantauan ini dilakukan setelah 2 minggu pelaksanaan program ISPAPRO, dengan harapan agar warga tetap bisa mengaplikasikan edukasi terkait pencegahan ISPA Melalui Tanaman Lidah Mertua dan juga warga dapat menjaga serta merawat tanaman tersebut dengan baik dan benar. Tujuannya agar  tanaman lidah mertua ini bisa bermanfaat secara berkelanjutan dari segi kegunaan untuk menyerap polutan udara yang kotor bagi kesehatan warga di lingkungan sekitarnya.  


[MORE INFORMATION] 

Instagram : @hmkmunusa @unusa_official @kesmasunusa  

Youtube : @kesmasunusa 


[CONTACT PERSON]

0857-3347-7900 (Angelita Nimas Yuniar)

0813-5728-6635 (Aldi Ardiantoro)



Sabtu, 14 September 2024

Tugas My Holiday 2024 Topik "Kemerdekaan"

 A Day My Holiday Memperingati 17 Agustus untuk Kemerdekaan Kegiatan Karnaval

Gambar 1. Foto karnaval Keliling diiringi oleh musik

      Dalam Menyelesaikan Tugas My Holiday Saya Mengambil Topik “Kemerdekaan”. Sebelumnya Perkenalan Diri Terlebih Dahulu. Saya Angelita Nimas Yuniar, dengan NIM 2130022029 Dari Prodi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Kampus B. Alasan Saya Mengambil Tema Kemerdekaan karena, liburan semester yang cukup lama ini bertepatan dengan bulan agustus. Dimana dalam bulan agustus ini ada perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sering kita sebut yakni 17 Agutus. Maka dari itu saya mengambil tema kemerdekaan karena pada tema tersebut tertepatan dengan adanya kegiatan di kampung halaman saya di Desa Bulu kandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten pasuruan yakni adanya karnaval di 1 kecamatan Prigen. Artinya banyak sekali desa-desa yang turut memeriahkan kegiatan kampung tersebut. 

Gambar 2. Lomba 17 Agustus 2024

       Pada gambar tersebut bertepatan peringatan hari kemerdekaan indonesia yakni 17 Agustus pada hari sabtu. Sebelum adannya lomba, tentunya RT Memberikan Instuksi untuk memasang bendera merah putih tiao masing-masing dirumah warga. Dan pak RT juga menarik iuran per rumah sebesar Rp 85.000 untuk berbagai kegiatan lomba kemerdekaan dan acara desa. Adanya lomba yang diselenggarakan oleh RT dan lomba tersebut dilakukan oleh warg setempat. Mulai dari berbagai kalangan usia yang ikut lomba, yakni ada yang anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia. Lomba pada gambar tersebut yakni lomba yang diikuti oleh ibu-ibu karena betapa serunya mereka menikmati lomba tersebut. Warga amat sangat senang dengan adannya berbagai lomba yang diselenggarakan. 

Gambar 3. Tumpeng nasi putih yang dibuat oleh warga untuk ikut lomba hias tumpeng

    Di desa Bulu kandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan tentunya bukan hanya lomba fisik dan kegiatan karnaval aja. Tetapi juga ada lomba hias tumpeng yang dilakukan oleh warga sendiri. Dimana para warga berlomba-lomba untuk hias tumpeng, agar paling bagus hiasannya dan mendapat hadiah. Serta tumpeng tersebut juga dimakan secara bersama-sama, agar dapat menjalin kebersamaan yang lebih erat antar warga tentunya hubungan silaturahmi baik antar sesama tetangga. Untuk lomba kali ini tentunya para ibu-ibu warga desa bulukandang yang paling semangat dan antusias karena ibu-ibu bukan hanya dituntut untuk lomba memasak tumpeng, akan tetapi mereka juga harus dikasik tantangan untuk design hasil kreativitas siapa yang paling bagus, unik, dan keren tentunya. 

Itu Adalah Kegiatan My Holiday. Yakni Kegiatan Liburan Semester Saya Ketika Berada Di Rumah. Jika ingin Melihat langsung Kegiatan Dapat menontonnya Melalui Video yaaa😊⬇️


Nama : Angelita Nimas Yuniar
NIM : 2130022029
Prodi : S1 Kesehatan Masyarakat
Fakultas : Kesehatan
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya


Rabu, 31 Januari 2024

Press Release(TIM 1) "JAGA KESEHATAN MENTAL, CEGAH BULLYING"

 LIVE SHOWCASE KESMAS 2024 

JAGA KESEHATAN MENTAL, CEGAH BULLYING 

Surabaya – Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya menggelar acara Live Showcase, Kamis (25/1) di Cafe Fastron Lantai 3 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Kampus B. 

Acara ini merupakan kolaborasi mahasiswa kesehatan masyarakat semester 3 dan semester 7. Pada acara live showcase ini merupakan bentuk implementasi mata kuliah semester 3 “Komunikasi Kesehatan” dan mata kuliah semester 7 “Teknologi Pengembangan Media”. 

Ini merupakan tahun kedua diadakannya Live Showcase dimana tahun ini kembali dengan mengusung tema Mental Health Society "Amplifying Awareness, Nurturing Minds". Live Showcase merupakan ajang pertunjukan yang ditampilkan oleh mahasiswa yang terdapat beberapa pesan seperti komunikasi personal dan juga interpersonal dimana dalam pertunjukan itu juga diselipkan pesan-pesan tentang kesehatan. Tidak hanya itu di Live Showcase juga menyampaikan beberapa pesan pendidikan serta saran kritik bagi kita semua. Tujuan dari sebuah showcase sendiri adalah untuk memamerkan atau menampilkan produk, keterampilan, atau pencapaian tertentu dengan tujuan memikat perhatian dan mendapatkan apresiasi dari audiens atau pemangku kepentingan yang relevan. Showcase mencangkup berbagai elemen, termasuk presentasi produk atau karya seni dari pembahasan tema yang diambil, demonstrasi keterampilan, pameran pencapaian, dan penonjolan aspek-aspek tertentu untuk menarik perhatian atau mendemonstrasikan nilai tambah. Hal Ini bisa melibatkan penggunaan media visual, performa langsung, atau interaksi dengan audiens.

Kegiatan gabungan Live Showcase mahasiswa semester 3 dan 7 yang tampil dalam Live Showcase ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan juga mahasiswa bisa memanfaatkan teknologi digital untuk membuat berbagai media promosi kesehatan.

Dalam acara Live Showcase ini, mahasiswa menampilkan berbagai macam bentuk promosi kesehatan, seperti kelompok kami menampilkan anti bullying di pondok pesantren. 

“Live showcase ini adalah media kita sebagai ahli kesehatan masyarakat dalam memberikan edukasi kepada masyarakat secara tersirat melalui berbagai platform yang telah ada kemudian dikembangkan dan disebarluaskan kepada masyarakat. Tujuannya supaya masyarakat lebih mudah memahami apa yang ingin kita sampaikan” Ibu Atik Qurrota Ayunin Al Isyrofi Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat. 

Dengan inovatifnya Live Showcase ini, mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya tidak hanya mengembangkan keterampilan komunikasi dan teknologi, tetapi juga memberikan kontribusi positif dalam menyebarkan pesan-pesan edukatif tentang kesehatan secara kreatif dan berdampak.


[MORE INFORMATION] 

Instagram : @hmkmunusa @kesmasunusa @ceon_unusa

Youtube : @kesmasunusa

[CONTACT PERSON]

085648298289 (Nashirotul Millah)

089516617661 (Dera Intan Cahya P.)


Selasa, 10 Oktober 2023

PROMOTE PRODUK PEMBUATAN ABON LELE

 PRODUK ABON LELE

    Abon lele merupakan makanan yang diolah dari ikan lele menjadi abon. Tidak hanya daging sapi yang dapat dibuat abon, ikan pun nyatanya dapat dibuat abon yang gurih dan lezat. Contohnya seperti Abon lele yang satu ini. Kukus

Bahan yang dibutuhkan :

  1. 1/2 Kg Ikan lele
  2. Minyak goreng
  3. 1 lembar daun salam
  4. 2 lembar daun jeruk
  5. 1 batang serai, memarkan
  6. 500 ml air
  7. 300 ml santan sedang
  8. 1sdt garam
  9. 1 sdt gula
  10. 1 sdt kaldu jamur
Alat Perlengkapan yang dibutuhkan :
  1. Wajan
  2. Teflon
  3. Pisau
  4. Sendok, dan garpu
  5. Panci
  6. Cooper
  7. Ulek-ulek
Bumbu, haluskan :
  • 3 siuang bawang putih
  • 5 siuang bawang merah
  • 8 buah cabai merah besar
  • 50 g cabe rawit
  • 3 cm jahe
  • 3 cm lengkuas
  • 1 cm kunyit
  • 1 sdt ketumbar
  • 1/2 sdt merica
Cara Membuat :
  1. Kukus lele hingga matang, angkat, pisahkan tulang dan daging lele. suwir-suwir daging ikan, dan sisihkan.
  2. Panaskan minyak goreng dalam wajan, tumis bumbu hingga halus, masukkan daun salam, daun jeruk, dan serai hingga matang.
  3. Masukka air, santan, garam, gula, dan kaldu jamur. Masak sambil ditimba-timba hingga mendidih.
  4. Tambahkan Ikan suwir, aduk rata, masak dengan api kecil hingga mengering. lalu angkat, dan sajikan segera atau simpan dalam wadah kedap udara. 
Mempromosikan Produk :
  • Produk Abon lele dapat dipromosikan dengan 2 cara, yaitu dengan : Promosi Online dan Juga Promosi Offline
  • Promosi Online : bisa melalui Promosi Sosial Media dengan promosi Story di Whatssapp, Instagram, Facebook, atau yang lainnya. bahkan bisa berbentuk video ataupun poster.
  • Promosi Offline : bisa langsung menawarkan ke teman dan orang sekitar sekitar,dengan cara mentesti rasa produk terlebih dahulu. Dan bisa dengan promosi awal yaitu memberi diskon harga, artinya diberi harga yang lebih murah dari ketentuan harga yang telah dibuat. 


Foto Pembuatan Produk :





   Hubungi :

WA : 085733477900
Instagram : angelitaa_n.y

COBA, RASAKAN, NIKMATI !

Sabtu, 05 Agustus 2023

Tugas My Holiday Topik "Kampung Sehat"

 A Day Holidayku Lindungi Lingkungan Sekitar Agar Tetap Bersih, Sehat, Dan Indah Dipandang

Gambar 1. Pemandangan Lingkungan Rumah Bagian Latar Depan

          Dalam Menyelesaikan Tugas My Holiday Saya Mengambil Topik “Kampung Sehat”. Sebelumnya Perkenalan Diri Terlebih Dahulu. Saya Angelita Nimas Yuniar, Dari Prodi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Kampus B. Alasan Saya Mengambil Tema Kampung Sehat adalah karena keadaan lingkungan sekitar rumah yang bersih dan indah pemandangan alamnya. Selain itu, Rumah saya juga berada di desa dimana view depan rumah adalah sawah jadi tiap harinya udarannya sangat segar dan juga dingin. Untuk menyelesaikan Tugas My Holiday Ini saya akan Menunjukkan Aktivitas atau kegiatan saya ketika di Rumah Setiap Harinya. Yakni Mulai Menyapu Halam Depan Rumah, Menyirami Tanaman dan Pohon, Serta Terkadang Setiap Pagi Kadang Menghirup Udara Segar dan Menikmati Suasana Pagi hari di Gazebo Atas.

Gambar 2. Menyapu Halaman Depan Rumah

          Kegiatan Yang Pertama Yaitu Menyapu Halaman Sekitar Di Depan Rumah. Karena sering sekali daun-daun kering atau dedaunan yang sudah mati itu pada jatuh berserakan sehingga hal tersebut sangat mengganggu keindahan pemandangan lingkungan karena membuat lingkungan menjadi kotor karena banyak kotoran selain itu juga dapat membuat risih para pengendara yang lewat dijalan tersebut. Penyebab daun di Pohon itu pada jatuh karena sangking panasnya Terik matahari yang memancar dan jarang terkena air kalau tidak sering musim hujan, selain itu, Angin yang sangat kencang juga dapat menggerakkan daun-daun sehingga kadang ada yang terjatuh. Karena kan secara tempatnya luas dan lebar sehingga tekanan angin yang datang juga akan semakin keras dan dahsyat.

Gambar 3. Menjelaskan Keadaan Kali Didepan Rumah

          Kegiatan Yang Kedua Yakni Menjelaskan Tentang Keadaan Kali didepan Rumah. Dalam Aktivitas itu saya menjelaskan Bahwa Kalinya itu selalu dalam keadaan Bersih artinya diusahakan warga sekitar tidak membuang sampah sembarangan, tidak buang air besar atau air kecil kedalam sungai. Karena tercemarnya kali akan berpengaruh besar terhadap kesuburan padi yang ada di sawah. Karena secara otomatis air yang ada di kali akan terhubung dengan air untuk sawah. Selain itu, jika kalinya kotor maka juga akan menjelekkan pemandangan lingkungan sekitar. Sehingga warga sekitar diusahakan turut menjaga kebersihan kali untuk kepentingan bersama. Jika tidak diperlakukan Aturan tersebut maka warga akan sebarangan dan kurang disiplin dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.
Gambar 4. Menyirami Tanaman Di Sekitar Halaman Depan

          Kegiatan yang Ketiga yaitu Menyirami Tanaman yang ada di depan Halaman Rumah. Karena bunda saya juga menanam Pohon Pepaya, Nangka, Daun Sereh, dan Juga Lombok. Jadi harus sering disirami dan juga dirawat agar tidak kotor dan rusak tanamannya. Selain itu, posisi tanaman juga ada diluar jadi harus sering disirami air bersih supaya tidak kepanasan atau menjadi kering daun-daunnya. Yang saya lakukan saat itu juga bukan hanya menyirami saja, tetapi saya juga panen Lombok yang sudah warna merah. Seru sekali jika kita menananam sendiri dan hasil panennya juga diambil sendiri untuk kebutuhan.

Gambar 5. Menghirup Udara Segar dan Menikmati Pemandangan Alam

          Kegiatan yang Terakhir yaitu yang Biasannya saya lakukan ketika berada dirumah terutama dipagi hari sebelum terik matahari bersinar. Yaitu menghirup udara yang dingin dan segar, kadang juga sedikit olahraga seperti pemanasan. Dan yang paling sering dilakukan ketika berada diatas adalah Melihat view Pemandangan Lingkungan Alam yang sangat Indah dan Bagus sehingga saya terkadang merasa nyaman berada disana seperti merefresh pikiran dan meluapkan masalah yang terjadi. Seperti Self Reward that make me Happy.

Itu Adalah Kegiatan My Holiday. Yakni Kegiatan Liburan Semester Saya Ketika Berada Di Rumah. Jika ingin Melihat langsung Kegiatan Dapat menontonnya Melalui Video.

VIDEO KEGIATAN MY HOLIDAY "KAMPUNG SEHAT" ⬇️


Nama : Angelita Nimas Yuniar
Prodi : S1 Kesehatan Masyarakat
Fakultas : Kesehatan
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya



RILIS PERS PROGRAM SANTRI (PjBL KELOMPOK 1, PROGRAM 4)_KESMAS UNUSA

  Mengukuh Gaya Hidup Sehat Dari Santri Untuk Santri Dengan Program Peningkatan Kapasitas Kader PHBS dan Hygiene Sanitasi di Pondok Pesantre...